Tampilkan postingan dengan label Tantowi Yahya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tantowi Yahya. Tampilkan semua postingan

6 Desember 2015

Tantowi Yahya - Patah Hati

Patah hatiku jadinya
Merana berputus asa
Merindukan dikau yang tiada
Terbayang setiap masa

Oho begini akhirnya
Kasih memutus cinta
Apakah aku berdosa slalu
Derita menanggung rindu

Bila ku terkenang
Akan masa yang silam
Air mata berlinang

Oho risaulah hatiku
Dan musnah harapanku
Namun ku doakan dikau slalu
Bahagialah hidupmu

Bila ku terkenang
Akan masa yang silam
Air mata berlinang

Oho risaulah hatiku
Dan musnah harapanku
Namun ku doakan dikau slalu
Bahagialah hidupmu
Bahagialah hidupmu

3 Desember 2015

Tantowi Yahya - Pertemuan Adam Dan Hawa

Aku belum percaya
Abang sayang padaku
Ambil sebilah pisau
Belah saja dadaku

Ai ai ai, aku tak mau
Kalau abang lagi serius, ngeri deh
Aku sayang sayang padamu

Dalam kisah antara Adam dan Hawa
Bercanda di taman bunga
Kita pun demikian

Tolong abang buktikan
Kisah Adam dan Hawa
Sama seperti kita
S’lalu ingin berdua

Ai ai ai, abang bergurau
Nanti di dengar orang
Aku sangat sayang padamu

Kini aku bertanya
Mana buktinya sayang
Kupetik setangkai bunga
Kuberikan pada abang

Ai ai ai, mana yang patut
Adik yang menjadi bunga
Boleh abang yang memetiknya

25 Agustus 2015

Tantowi Yahya - Bengawan Solo

Bengawan Solo
Rihwayatmu ini
Sedari dulu jadi perhatian insani
Musim kemarau
Tak sebrapa airmu
Di musim hujan air meluap sampai jauh

Mata airmu dari Solo
Terkurung gunung seribu
Air mengalir sampai jauh
Akhirnya ke laut

Itu perahu rihwayatmu dulu
Kalau pendatang slalu naik itu perahu

Mata airmu dari Solo
Terkurung gunung seribu
Air mengalir sampai jauh
Akhirnya ke laut

Itu perahu rihwayatmu dulu
Kalau pendatang slalu naik itu perahu

24 Agustus 2015

Tantowi Yahya - Aryati

Aryati.. dikau mawar asuhan rembulan
Aryati.. dikau gemilang seni pujaan

Dosakah hamba mimpi berkasih dengan tuan
Ujung jarimu ku cium mesra tadi malam
Dosakah hamba memuja dikau dalam mimpi
Hanya.. dalam mimpi

Aryati.. dikau mawar di taman khayalku
Tak mungkin dikau terpetik daku
Walaupun demikian nasibku
Namun aku bahagia seribu satu malam

Dosakah hamba mimpi berkasih dengan tuan
Ujung jarimu ku cium mesra tadi malam
Dosakah hamba memuja dikau dalam mimpi
Hanya.. dalam mimpi